Senin, 26 September 2016

praktikum 5 animasi 2d (smooth text intro animation, and jittery type)

halo selamat sore! hari ini saya akan bercerita sedikit tentang praktikum animasi 2d saya. minggu ini saya diberi challenge untuk mencoba membuat motion graphics text melalui tutorial yang diberikan dosen saya pada artikel : http://www.mohhasbias.com/text-effects/

1. smooth text intro animation
     pada percobaan yang pertama ini challenge ini bisa saya lalui dengan lumayan lancar. awalnya kami diharuskan membuat bumper motion graphic yang dapat bergerak sesuai dengan tutorial yang ada. menurut saya percobaan yang ini cukup mudah, tetapi butuh kesabaran ekstra dalam mengikuti tutorialnya

berikut ini hasil capture pekerjaan saya (maaf tidak bisa record karena laptop sangat lemot)


berikut hasil kerja saya

2.  jittery type
      percobaan yang kedua ini lumayan susah menurut saya. apalagi dalam link yang diberikan dosen saya video nya tidak ditemukan jadi harus mencari sendiri, dan akibatnya saya sempat salah mengikuti tutorial dan harus mengulang kembali lagi dari awal:(
berikut ini hasil capture pekerjaan saya (maaf tidak bisa record karena laptop sangat lemot)

berikut hasil kerja saya


Senin, 19 September 2016

praktikum animasi 2d (part 2)

haloo, ini praktikum animasi 2d kedua saya, karena kebetulan minggu kemarin libur tanggal merah.; dalam praktikum ini kami diberi tugas meniru 3 video motio graphic dari Dope Motion.  cukup susah menurut sayam karena waktunya yang terbatas, saya hanya bisa menyelesaikan satu video. maaf karena terpisah karena saya tergesa- gesa dalam mengerjakannya. terimakasihh

Senin, 05 September 2016

belajar bounced ball animasi dengan After Effect

halo, hari ini adalah hari pertama saya belajar animasi di materi kuliah saya. jujur saja saya belum pernah mempelajari animasi sedikitpun sebelumnya. apalagi di hari pertama ini saya diberi challenge untuk langsung membuat animasi bounced ball dengan memakai aplikasi Adobe After Effect. awalnya saya memang merasa pesimis, tetapi ternyata challenge ini berhasil saya lalui dengan selamat hehe.
langkahnya juga cukup mudah. saya bisa dengan mudah belajar melaui tutorialyg ada pada youtube dan bantuan teman- teman saya v.
mugkin kesulitan yang saya rasakan hanya ketika membuat lintasan bola nya agar terlihat rapi. berikut ini hasil pekerjaan saya, maaf jika banyak kurangnya. terimakasiih


Minggu, 22 November 2015

Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya




Hi everyone, long time no see, in this time I wanna share about my education information to you. About where am I studying now, and how about my university or what a kind of my experience on my 1st class in this session.
Back to the topic, now im studying at Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya on Multimedia and Broadcasting technology major. But first, I want share to you about my Campus not my major. So, Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya ( or you can say as EEPIS or on the local sides knowly as Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS ) is a technical institutionstate located on jl .Raya its , keputih , sukolilo surabaya. It serve its community by conducting research to resolve industrial and community problems. PENS  is the only polytechnic who specializes in the field of electrical engineering. Pens also has many achievements especially in robotic as example: 1st place on Division category, Fire Fighting Robot Contest 2014 at Trinity College, Hartford, USA  , 2nd runner  up RoboCup 2014, Sao Paulo, Brazil , Won gold medal the world skills asean competition , on hanoi Vietnam , And even more great again pens capable of winning indonesian robot contest (or KRI) 12 times a row.
Within the sides of course PENS have two types that called as Diploma III and Diploma IV. Diploma III has 5 majors, they are: Electronic Engineering, Telecommunication Engineering, Electro-Industry Engineering, Informatic Engineering and Multimedia Broadcasting Technology. While Diploma IV has 6 major, they are: Electronic Engineering, Telecommunication Engineering, Electro-Industry Engineering, Informatic Engineering, Mechatronic Engineering and Computer Engineering.
As polytechnic with vision ' emerging technology' pens also open a s2 program / pascasarjana first in Indonesia, with two Major are Electronic Engineering, and , Informatic and Computer Engineering.
Not only focus on the academic side , pens also has various units of for student activities (UKM) and the community, as example:  UKM FRENS, UKM MAHETALA, UKM VOLLY, UKM UKKI,  UKM TEATER , SEMUT, and many more.
Maybe this would be enough for introductions me and my college. See you next time







Rabu, 28 Oktober 2015

metodologi desain ( design thinking)

Pada pertemuan minggu lalu kami mendapat tugas tentang design thinking. Pada tahap pertama, kami memasuki tahap interview, pada tahap ini kami diminta untuk mewawancarai klien kami untuk mengetahui spesifikasi keinginan dan kebutuhannya. Lalu, pada tahap selanjutnya kami masuk pada tahap Dig Deeper, di tahap ini kami menggali lebih dalam spesifikasi keinginan dan kebutuhan pada tahap sebelumnya.
Lalu, kami memasuki tahap capture findings. Disini kami membuat kesimpulan apa yang klien kami inginkan dengan rinciannya. Lalu, tahap selanjutnya adalah take a stand, yang lebih men-spesifikasikan kebutuhan klien. Selanjutnya, kami memasuki tahap sketch, disini kami diminta untuk membuat 5 sketsa desain yang berbeda yang memenuhi kriteria dari klien kami.
Pada tahap selanjutnya, klien kami memberi feedback dan solusi tentang kekurangan desain kami. Setelah itu, kami memasuki tahap reflect and generate a new solution, yaitu kami membuat satu design pasti setelah mendapat feedback dan masukan dari klien kami.
Lalu pada tahap berikutnya, mulailah kita memasuki tahap membuat prototype atau jika disini diberi nama build your solution. Dengan menggunakan bahan dan alat seadanya: bufalo, kertas, doubletip, lem, gunting, dll. Mulailah kami membuat sebuah prototype
Kemudian tahap selanjutnya, klien kita memberikan feedback lagi, tentang hasil design prototype kita.
Sekian share dari kami tentang hasil pekerjaan kami dalam matkul metodologi design, kurang lebihnya mohon maaf, terimakasih.

Natasha Savira/ 4103151020 (klien)
Bilqis Firdausiyah Lutfi/ 4103151028 (designer)






Kamis, 06 Maret 2014

Yang terdengar

     Diam, kadang lebih baik. Lebih baik dari bersuara yang 'salah'.  Tapi jika kamu terus memilih diam, kapan kamu akan didengar? Jika kamu 'benar', dan kamu diam, dan yang 'salah' yang akan bersuara, yang 'salah' yang akan terdengar. Lalu jika kamu tetap memilih diam, kamu akan membiarkan orang disekitarmu hanya mendengar yang 'salah'? hanya karena yang benar tak mau bersuara?
     Lalu sebenarnya apa yang kamu tunggu? memunggu orang- orang salah diberhentikan oleh orang 'benar' yang lain? jika takdir ada untuk dijalankan, mengapa kamu mengingkari takdir untuk berbicara?

Rabu, 16 Oktober 2013

Tengok dunia sepak bola indonesia saat ini

To the point aja ya. Kaget banget waktu dengar berita bahwa pssi tidak mengakui status professional evan dimas hanya gara- gara klub asalnya (juga) tidak diakui oleh pssi. Come on, saya memang bukan penggemar bola. Tapi seharusnya kalian semakin malu, saya yang berstatus sebagai orang awam saja bisa berpendapat kalau ini kasus bodoh sekali.
Seharusnya lembaga resmi Negara bisa bersikap sesuai dengan statusnya. Mereka (para pemain yang tidak diakui) sudah membuat banyak prestasi bagi Negara ini, bahkan untuk lembaga itu sendiri. Tidak seharusnya mereka menolak para anak bangsa yang telah membawa nama baik Indonesia ini.
Kurang berapa gebrakan lagi agar kaian membuka mata? Sebagai salah satu contoh kasus lain, tengok nama Andik vermansyah yang melejit musim lalu karena berbagai gebrakannya saat bermain bola, tapi siapa sangka saat ini Andik juga terancam tidak mendapat international transfer certificate (ITC) dari pssi, hanya karena kasus yang sama, klub asalnya tidak terakui oleh pssi. Seberapa pentingkah hal itu? Hingga mengorbankan prestasi anak bangsa, bahkan bangsa itu sendiri? Sesungguhnya itu hanya sebuah idealisme. Ada berbagai jalan bagi setiap orang untuk mencapai satu tujuan yang sama, tapi ketika kenyataan bicara hanya ada satu jalan untuk satu tujuan itu, idealisme tidak berguna, begitukah?
Entah, sampai kapan kasus seperti ini akan berhenti? Kapan lembaga- lembaga Negara ini bisa benar- benar mendapat kepercayaan dari rakyatnya jika mereka tidak berusaha untuk dipercaya? Kapan Negara ini bisa tidak diributkan dengan kasus bodoh tidak penting yang akan semakin membuatnya terpuruk?

Sekali lagi saya hanya orang awam, yang hanya bisa berpendapat.