Minggu, 22 November 2015

Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya




Hi everyone, long time no see, in this time I wanna share about my education information to you. About where am I studying now, and how about my university or what a kind of my experience on my 1st class in this session.
Back to the topic, now im studying at Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya on Multimedia and Broadcasting technology major. But first, I want share to you about my Campus not my major. So, Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya ( or you can say as EEPIS or on the local sides knowly as Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS ) is a technical institutionstate located on jl .Raya its , keputih , sukolilo surabaya. It serve its community by conducting research to resolve industrial and community problems. PENS  is the only polytechnic who specializes in the field of electrical engineering. Pens also has many achievements especially in robotic as example: 1st place on Division category, Fire Fighting Robot Contest 2014 at Trinity College, Hartford, USA  , 2nd runner  up RoboCup 2014, Sao Paulo, Brazil , Won gold medal the world skills asean competition , on hanoi Vietnam , And even more great again pens capable of winning indonesian robot contest (or KRI) 12 times a row.
Within the sides of course PENS have two types that called as Diploma III and Diploma IV. Diploma III has 5 majors, they are: Electronic Engineering, Telecommunication Engineering, Electro-Industry Engineering, Informatic Engineering and Multimedia Broadcasting Technology. While Diploma IV has 6 major, they are: Electronic Engineering, Telecommunication Engineering, Electro-Industry Engineering, Informatic Engineering, Mechatronic Engineering and Computer Engineering.
As polytechnic with vision ' emerging technology' pens also open a s2 program / pascasarjana first in Indonesia, with two Major are Electronic Engineering, and , Informatic and Computer Engineering.
Not only focus on the academic side , pens also has various units of for student activities (UKM) and the community, as example:  UKM FRENS, UKM MAHETALA, UKM VOLLY, UKM UKKI,  UKM TEATER , SEMUT, and many more.
Maybe this would be enough for introductions me and my college. See you next time







Rabu, 28 Oktober 2015

metodologi desain ( design thinking)

Pada pertemuan minggu lalu kami mendapat tugas tentang design thinking. Pada tahap pertama, kami memasuki tahap interview, pada tahap ini kami diminta untuk mewawancarai klien kami untuk mengetahui spesifikasi keinginan dan kebutuhannya. Lalu, pada tahap selanjutnya kami masuk pada tahap Dig Deeper, di tahap ini kami menggali lebih dalam spesifikasi keinginan dan kebutuhan pada tahap sebelumnya.
Lalu, kami memasuki tahap capture findings. Disini kami membuat kesimpulan apa yang klien kami inginkan dengan rinciannya. Lalu, tahap selanjutnya adalah take a stand, yang lebih men-spesifikasikan kebutuhan klien. Selanjutnya, kami memasuki tahap sketch, disini kami diminta untuk membuat 5 sketsa desain yang berbeda yang memenuhi kriteria dari klien kami.
Pada tahap selanjutnya, klien kami memberi feedback dan solusi tentang kekurangan desain kami. Setelah itu, kami memasuki tahap reflect and generate a new solution, yaitu kami membuat satu design pasti setelah mendapat feedback dan masukan dari klien kami.
Lalu pada tahap berikutnya, mulailah kita memasuki tahap membuat prototype atau jika disini diberi nama build your solution. Dengan menggunakan bahan dan alat seadanya: bufalo, kertas, doubletip, lem, gunting, dll. Mulailah kami membuat sebuah prototype
Kemudian tahap selanjutnya, klien kita memberikan feedback lagi, tentang hasil design prototype kita.
Sekian share dari kami tentang hasil pekerjaan kami dalam matkul metodologi design, kurang lebihnya mohon maaf, terimakasih.

Natasha Savira/ 4103151020 (klien)
Bilqis Firdausiyah Lutfi/ 4103151028 (designer)






Kamis, 06 Maret 2014

Yang terdengar

     Diam, kadang lebih baik. Lebih baik dari bersuara yang 'salah'.  Tapi jika kamu terus memilih diam, kapan kamu akan didengar? Jika kamu 'benar', dan kamu diam, dan yang 'salah' yang akan bersuara, yang 'salah' yang akan terdengar. Lalu jika kamu tetap memilih diam, kamu akan membiarkan orang disekitarmu hanya mendengar yang 'salah'? hanya karena yang benar tak mau bersuara?
     Lalu sebenarnya apa yang kamu tunggu? memunggu orang- orang salah diberhentikan oleh orang 'benar' yang lain? jika takdir ada untuk dijalankan, mengapa kamu mengingkari takdir untuk berbicara?

Rabu, 16 Oktober 2013

Tengok dunia sepak bola indonesia saat ini

To the point aja ya. Kaget banget waktu dengar berita bahwa pssi tidak mengakui status professional evan dimas hanya gara- gara klub asalnya (juga) tidak diakui oleh pssi. Come on, saya memang bukan penggemar bola. Tapi seharusnya kalian semakin malu, saya yang berstatus sebagai orang awam saja bisa berpendapat kalau ini kasus bodoh sekali.
Seharusnya lembaga resmi Negara bisa bersikap sesuai dengan statusnya. Mereka (para pemain yang tidak diakui) sudah membuat banyak prestasi bagi Negara ini, bahkan untuk lembaga itu sendiri. Tidak seharusnya mereka menolak para anak bangsa yang telah membawa nama baik Indonesia ini.
Kurang berapa gebrakan lagi agar kaian membuka mata? Sebagai salah satu contoh kasus lain, tengok nama Andik vermansyah yang melejit musim lalu karena berbagai gebrakannya saat bermain bola, tapi siapa sangka saat ini Andik juga terancam tidak mendapat international transfer certificate (ITC) dari pssi, hanya karena kasus yang sama, klub asalnya tidak terakui oleh pssi. Seberapa pentingkah hal itu? Hingga mengorbankan prestasi anak bangsa, bahkan bangsa itu sendiri? Sesungguhnya itu hanya sebuah idealisme. Ada berbagai jalan bagi setiap orang untuk mencapai satu tujuan yang sama, tapi ketika kenyataan bicara hanya ada satu jalan untuk satu tujuan itu, idealisme tidak berguna, begitukah?
Entah, sampai kapan kasus seperti ini akan berhenti? Kapan lembaga- lembaga Negara ini bisa benar- benar mendapat kepercayaan dari rakyatnya jika mereka tidak berusaha untuk dipercaya? Kapan Negara ini bisa tidak diributkan dengan kasus bodoh tidak penting yang akan semakin membuatnya terpuruk?

Sekali lagi saya hanya orang awam, yang hanya bisa berpendapat.

Kamis, 12 September 2013

i'm not an angel



                Aku bukan malaikat, yang tidak pernah memiliki nafsu. Aku bukan malaikat, yang mulia dengan segala hal didalamnya. Aku bukan malaikat, yang memiliki segala kebaikan dalam dirinya. Aku bukan malaikat, yang tidak pernah memiliki rasa benci. Aku bukan malaikat, yang selalu setia mengabdi pada penciptaNya. Aku bukan malaikat, yang selalu ikhlas menjalani takdirNya. Aku bukan malaikat, yang tidak memiliki berbagai macam emosi jiwa. Aku bukan malaikat, yang tidak pernah memiliki rasa egoisme. Aku bukan malaikat, dengan segala sifat mulianya.

                Aku hanya manusia yang diciptakan dengan kesempurnaannya, tapi juga yang tidak dapat menjadikan kesempurnaannya menjadi sempuna.

Selasa, 10 September 2013

Keegoisan duniawi?

                Tadi sore waktu sepulang dari sekolah, saya melihat berita di salah satu stasiun TV swasta, miris sekali ketika saya mendengar berita tentang maraknya perburuan ikan Hiu yang sudah mulai merabah ke Indonesia. Mirisnya, kebanyakan dari sang pelaku melakukan itu hanya untuk mengambil sirip ikan Hiu nya saja. Bahkan, ada yang setelah mengambil atau memotong (lebih tepatnya), Hiu dikembalikan ke laut dalam kondisi tanpa sirip tidak mampu bergerak secara efektif, dan mereka akan tenggelam ke dasar laut dan meninggal karena sesak nafas akibat tekanan air laut dalam yang tinggi, atau dimakan oleh predator lain.
                Perburuan sirip hiu meningkat sepanjang dekade ini karena peningkatan permintaan terhadap sirip hiu. Bahkan diperkirakan perdagangan sirip hiu setiap tahunnya bernilai antara US$540 juta sampai US$1.2 miliar. Sebuah studi juga menyatakan bahwa  setiap tahunnya sekitar 73 juta ikan hiu ditangkap untuk siripnya saja.
                Apa yang sebenarnya mereka lakukan dengan sirip- sirip ikan ini? Hanya untuk dijadikan Sup dalam estoran- restoran mewah? Sungguh ironis, hanya karena keegoisan duniawi? Sadarkah mereka telah menutup kesempatan generasi selanjutnya untuk melihat ikan ini? Lalu, bagaimana jika 25 atau 50 tahun kemudian anak cucu kita hanya bisa bertanya,”seperti apa yang namanya ikan Hiu? Apakah rasa  siripnya enak?”, atau ketika suatu saat ikan Hiu hanya menjadi mitos atau legenda? Ketika anak cucu kita nantinya hanya bisa menceritakan tentang ikan Hiu dan berkembang terus kegenerasi selanjutnya, dan seterusnya seperti itu. Apa yang bisa kita lakukan saat itu? Tidak ada. Sekaranglah kita bisa bertindak, tidak esok hari, bahkan suatu haru nanti. Sekaranglah kita bisa membantu memerangi perburuan liar ini. Sekaranglah kita bisa menolong anak cucu kita esok agar bisa melihat yang namanya ikan Hiu. Cegah anak cucu kita merasa kecewa, cegah kita menjadikan generasi ini sebagai generasi terbodoh karena mengakibatkan kepunahan banyak hewan pada masa periode ini, dan cegah agar ikan Hiu tidak hanya menjadi dongeng legenda 50 tahun lagi. Bukan hanya untuk kita, juga untuk generasi kitaselanjutnya, tapi untuk semua, masa kini, dan masa depan.